Mengulas Lebih Jauh Tentang Seniman Roy Lichtenstein Asal Amerika

Mengulas Lebih Jauh Tentang Seniman Roy Lichtenstein Asal Amerika – Roy Fox Lichtenstein dia ini merupakan seorang artis pop Amerika . Selama tahun 1960-an, bersama Andy Warhol , Jasper Johns , dan James Rosenquist antara lain, ia menjadi tokoh terkemuka dalam gerakan seni baru. Karyanya mendefinisikan premis seni pop melalui parodi.

Mengulas Lebih Jauh Tentang Seniman Roy Lichtenstein Asal Amerika

Mengulas Lebih Jauh Tentang Seniman Roy Lichtenstein Asal Amerika

mybabyjo – Terinspirasi juga oleh komik dari strip , Lichtenstein ini juga sudah menghasilkan komposisi yang sangat tepat yang sudah didokumentasikan saat mereka ini sedang memparodikan, seringkali mereka ini dalam bentuk cara lidah-di-pipi.

Baca Juga : Seniman Amerika Terkenal Dengan Karya Seninya

Tahun-tahun awal

Lichtenstein lahir dalam keluarga Jerman – Yahudi kelas menengah ke atas di New York City . Ayahnya, Milton, adalah seorang broker real estate, ibunya, Beatrice (Werner), seorang ibu rumah tangga. dia ini juga sudah dibesarkan yang ada di kota Upper West Side di New York City dan bersekolah yang ada di sebuah sekolah umum hingga sampai usianya ini pada 12 tahun. Dia kemudian menghadiri Sekolah Dwight New York , lulus dari sana pada tahun 1940.

Karier

Lichtenstein kemudian meninggalkan New York untuk belajar di Ohio State University , yang menawarkan kursus studio dan gelar dalam seni rupa. Studinya terganggu oleh tugas tiga tahun di Angkatan Darat selama dan setelah Perang Dunia II antara tahun 1943 dan 1946. Setelah mengikuti program pelatihan untuk bahasa, teknik, dan pelatihan pilot, yang semuanya dibatalkan, ia menjabat sebagai tertib, juru gambar, dan seniman.

Lichtenstein kembali ke rumah untuk mengunjungi ayahnya yang sekarat dan diberhentikan dari Angkatan Darat dengan kelayakan untuk RUU GI. Dia kembali belajar di Ohio di bawah pengawasan salah satu gurunya, Hoyt L. Sherman , yang secara luas dianggap memiliki dampak signifikan pada pekerjaan masa depannya (Lichtenstein kemudian akan menamai studio baru yang didanainya di OSU sebagai Pusat Seni Studio Hoyt L. Sherman).

Pada tahun 1951, Lichtenstein mengadakan pameran tunggal pertamanya di Galeri Carlebach di New York. Dia pindah ke Cleveland pada tahun yang sama, di mana dia tinggal selama enam tahun, meskipun dia sering bepergian kembali ke New York. Selama waktu ini ia melakukan pekerjaan yang beragam seperti juru gambar hingga penghias jendela di antara periode melukis. Karyanya saat ini berfluktuasi antara Kubisme dan Ekspresionisme. Pada tahun 1954, putra pertamanya, David Hoyt Lichtenstein, sekarang menjadi penulis lagu, lahir. Putra keduanya, Mitchell Lichtenstein , lahir pada tahun 1956.

Pada tahun 1957, ia pindah kembali ke bagian utara New York dan mulai mengajar lagi. Pada saat inilah ia mengadopsi gaya Abstrak Ekspresionisme , menjadi orang yang terlambat beralih ke gaya lukisan ini. Lichtenstein mulai mengajar di New York bagian utara di Universitas Negeri New York di Oswego pada tahun 1958. Sekitar waktu ini, ia mulai memasukkan gambar tersembunyi dari karakter kartun seperti Mickey Mouse dan Bugs Bunny ke dalam karya abstraknya.

Menjadi terkenal

Pada tahun 1960, ia mulai mengajar di Universitas Rutgers di mana ia sangat dipengaruhi oleh Allan Kaprow , yang juga seorang guru di universitas tersebut. Lingkungan ini membantu menghidupkan kembali minatnya pada citra Proto-pop. Pada tahun 1961, Lichtenstein memulai lukisan pop pertamanya menggunakan gambar kartun dan teknik yang berasal dari penampilan percetakan komersial. Fase ini akan berlanjut hingga tahun 1965, dan termasuk penggunaan citra iklan yang menunjukkan konsumerisme dan pekerjaan rumah tangga.

Karya pertamanya yang menampilkan penggunaan figur bermata besar dan titik- titik Ben-Day dalam skala besar adalah Look Mickey (1961, National Gallery of Art , Washington, DC). Karya ini datang dari tantangan salah satu putranya, yang menunjuk ke buku komik Mickey Mouse dan berkata; “Aku yakin kamu tidak bisa melukis sebagus itu, kan, Ayah?” Pada tahun yang sama ia menghasilkan enam karya lain dengan karakter yang dapat dikenali dari bungkus permen karet dan kartun.

Pada tahun 1961, Leo Castelli mulai memajang karya Lichtenstein di galerinya di New York. Lichtenstein mengadakan pertunjukan satu orang pertamanya di galeri Castelli pada tahun 1962; seluruh koleksi dibeli oleh kolektor berpengaruh bahkan sebelum pertunjukan dibuka. Sekelompok lukisan yang diproduksi antara tahun 1961 dan 1962 berfokus pada benda-benda rumah tangga seperti sepatu kets, hot dog, dan bola golf. Pada bulan September 1963 ia mengambil cuti dari posisi mengajar di Douglass College di Rutgers.

Karya-karyanya terinspirasi oleh komik yang menampilkan perang dan kisah-kisah romantis “Pada waktu itu,” Lichtenstein kemudian menceritakan, “Saya tertarik pada apa pun yang dapat saya gunakan sebagai subjek yang kuat secara emosional biasanya cinta, perang, atau sesuatu yang sangat bermuatan dan subjek emosional menjadi berlawanan dengan teknik melukis yang dihilangkan dan disengaja”.

Komisi

Pada tahun 1969, Lichtenstein ditugaskan oleh Gunter Sachs untuk membuat Composition dan Leda and the Swan , untuk suite kamar tidur Pop Art kolektor di Palace Hotel di St. Moritz . Pada akhir 1970-an dan selama 1980-an, Lichtenstein menerima komisi besar untuk pekerjaan di tempat umum: patung Lamp (1978) di St. Mary’s, Georgia ; Putri Duyung (1979) di Pantai Miami; Brushstrokes in Flight setinggi 26 kaki (1984, dipindahkan pada tahun 1998) di Bandara Internasional Port Columbus ; Mural setinggi lima lantai dengan Sapuan Kuas Biru (1984–85) diPusat Keadilan , New York; dan El Cap de Barcelona (1992) di Barcelona.

Pada tahun 1994, Lichtenstein menciptakan Times Square Mural sepanjang 53 kaki di atas logam di stasiun kereta bawah tanah Times Square. Pada tahun 1977, ia ditugaskan oleh BMW untuk melukis Versi Balap Grup 5 dari BMW 320i untuk angsuran ketiga dalam Proyek Mobil Seni BMW . Logo DreamWorks Records adalah proyek terakhirnya yang diselesaikan. “Saya tidak dalam bisnis melakukan hal seperti itu (logo perusahaan) dan tidak berniat melakukannya lagi,” izin Lichtenstein. “Tapi aku tahu Mo Ostindan David Geffen dan tampaknya menarik.”

Seniman Amerika Terkenal Dengan Karya Seninya

mybabyjo – Gaya awal artis Amerika terutama berdasarkan dalam lukisan Inggris. Meskipun nir semuanya artis Amerika baru populer dalam abad ke-19, & dalam abad ke-20 Amerika Serikat mulai mempunyai dampak akbar pada global seni internasional. Gerakan seni rupa terkemuka pertama pada Amerika Serikat merupakan Realisme , yg mendeskripsikan empiris sosial pada masa ini & kehidupan orang-orang biasa .

Seniman Amerika Terkenal Dengan Karya Seninya – Abstrak Ekspresionisme merupakan gerakan spesifik Amerika pertama yg mencapai dampak internasional . Ini menekankan dalam penyampaian konten yg emosional atau ekspresif bertenaga melalui abstraksi . Diikuti sang gerakan Pop Art, yg ditandai menggunakan penggunaan gambaran yg bisa dikenali berdasarkan budaya terkenal misalnya iklan, selebriti, & karakter kitab komik. Alaihi Salam jua memainkan kiprah primer pada M odernism, Neo-Ekspresionisme & Graffiti Art .

Seniman Amerika Terkenal Dengan Karya Seninya

Seniman Amerika Terkenal Dengan Karya Seninya

Banyak artis paling populer berdasarkan era terkini yg asal berdasarkan Amerika Serikat termasuk Modernis Georgia O`Keeffe , Realis Edward Hopper , Ekspresionis Abstrak Jackson Pollock , Artis Pop Andy Warhol & Artis Graffiti Keith Haring . Ketahui lebih poly mengenai seni visual Amerika Serikat melalui 9 artis Amerika paling populer & mahakarya mereka.

1 ANDY WARHOL
Terlahir menjadi Andrew Warhola , Andy Warhol merupakan seniman paling populer & paling berpengaruh berdasarkan gerakan Pop Art hingga-hingga dia dikenal menjadi “Pope of Pop” . Gaya non-lukisan & aspek komersial lukisannya dalam awalnya menyinggung lantaran menghina teknik & filosofi ekspresionisme tak berbentuk, gaya yg ketika itu mayoritas pada Amerika Serikat. Karya-karyanya membangun kegemparan pada global seni Amerika & kontroversi yg didapatkan menciptakan Warhol sebagai nama tempat tinggal tangga. Warhol merupakan seseorang artis yg produktif & dia menjelajahi banyak sekali media termasuk lukisan, sablon, fotografi, film & patung . Lukisan-lukisannya adalahantara yg paling mahal yg pernah dijual . Harga tertinggi yg dibayar buat sebuah lukisan Warhol merupakan US$105 juta buat sebuah kanvas tahun 1963 berjudul Silver Car Crash , sedangkan apabila diubahsuaikan menggunakan inflasi, lukisannya yg paling mahal merupakan Eight Elvises seharga US$111,dua . Meskipun poly yg masih mencurigai kehebatan karyanya, Andy Warhol nir diragukan lagi merupakan seniman Amerika paling populer .
Karya: Marilyn Diptych (1962)
Karya Terkenal Lainnya:-
Kaleng Sup Campbell (1962)
Delapan Elvis (1963)

2. EDWARD HOPPER
Seni Edward Hopper ditandai menggunakan tindakan minimal menggunakan hampir nir terdapat perindikasi-perindikasi kehidupan & mobilitas ; & penggunaan wahana dramatis buat menerangkan keadaan psikologis subjeknya . Individu Hopper, umumnya digambarkan terisolasi & terputus berdasarkan lingkungan mereka, menyampaikan kesendirian kehidupan terkini. Lebih berdasarkan itu, dia memaksa penontonnya buat berperan aktif pada melengkapi narasi karya-karyanya . Hal ini sangat berpengaruh bagi global seni rupa lantaran melahirkan gerakan seni rupa pada mana kiprah primer pada tahu karya seni diserahkan pada penontonnya . The paling populer pelukis realis Amerika , Edward Hopper sudah dikatakan sudah dicatpotret Amerika abad ke 2 puluh yg lebih menyampaikan daripada seniman lainnya . Karyanya Nighthawks merupakan keliru satu lukisan yg paling dikenal pada sejarah seni Amerika .
Karya: Nighthawks (1942)
Karya Terkenal Lainnya:-
Otomatis (1927)
Film New York (1939)

3.ROY LICHTENSTEIN
Roy Lichtenstein awalnya bekerja pada Kubisme & Ekspresionisme Abstrak sebelum ke Pop Art. Pertama kali karyanya dipamerkan, dia dianggap peniru sang poly kritikus seni lantaran karyanya sangat seperti menggunakan aslinya . Majalah Life bahkan hingga menerbitkan sebuah artikel yg judulnya menanyakan “Apakah Dia Artis Terburuk pada Alaihi Salam?” Para artis menanggapi menggunakan mengatakan, “Semakin dekat karya aku menggunakan aslinya, semakin mengancam & kritis isinya” . Seiring waktu, Roy Lichtenstein sebagai keliru satu artis terkemuka berdasarkan gerakan Pop Art , yg mendominasi global seni Amerika. Karya-karyanya yg paling populer,umumnya terinspirasi sang iklan terkenal & komik strip , sudah sebagai gambar ikon berdasarkan gerakan tadi.
Karya: Wah! (1963)
Karya Terkenal Lainnya:-
Gadis Tenggelam (1963)
Oh, Jeff…Aku jua mencintaimu…Tapi… (1964)

Baca Juga : Artis Jepang Paling Terkenal Yang Harus Anda Ketahui

4 JEAN-MICHEL BASQUIAT
Tunawisma & pengangguran, Jean-Michel Basquiat memulai karirnya menjadi artis grafiti . Gerakan seni grafiti mencapai puncaknya pada Alaihi Salam dalam akhir 1970-an & awal 1980-an . Pada tahun 1976, Basquiat & temannya Al Diaz mulai melukis grafiti pada gedung-gedung pada Lower Manhattan. Mereka memakai nama samaran SAMO , akronim buat “Sialan Lama yg Sama” . SAMO segera menerima perhatian media namun duo ini berpisah & proyek tadi berakhir dalam 1979. Pada awal 1980-an, Basquiat menggunakan cepat naik sebagai keliru satu seniman paling populer pada Amerika Serikat. Seninya serius dalam “dibagi dua sugestif”, misalnya kekayaan lawan kemiskinan, integrasi lawan segregasi, & pengalaman batin lawan luar. Jean-Michel Basquiat mungkin merupakan artis Amerika paling populer berdasarkan gerakan Neo-ekspresionisme , yg dicirikan sang subjektivitas yg intens & penanganan material yg kasar . Dia mati lantaran overdosis heroin dalam usia 27 tahun.
Karya: Scull (1981)
Karya Terkenal Lainnya:-
Terompet (1984)
Fleksibel (1982)

5. NORMAN ROCKWELL
Norman Rockwell merupakan seseorang artis yg produktif, membuat lebih berdasarkan 4.000 karya orisinil pada hidupnya. Sebagian akbar karyanya dibentuk menjadi gambaran sampul majalah The Saturday Evening Post , & lalu majalah Look . Rockwell paling populer menggunakan ilustrasinya mengenai kehidupan sehari-hari ; buat menangkap semangat kota mini Amerika ; & buat penggambaran patriotiknya selama Perang Dunia II . Pada tahun 1943, dia membangun empat lukisan yg sinkron menggunakan empat kebebasan yg disebutkan sang Presiden Alaihi Salam Franklin D. Roosevelt pada pidatonya yg populer dalam tahun 1941. Lukisan; Kebebasan Berbicara, Kebebasan Beribadah, Kebebasan berdasarkan Keinginandan Bebas berdasarkan Ketakutan ; merupakan pada antara karya-karyanya yg paling populer. Rockwell nir menerima kebanggaan kritis menggunakan kritikus seni yg nir menganggapnya menjadi “pelukis yg serius” . Namun, beliau merupakan seniman komersial paling populer & terkenal pada Amerika dalam pertengahan abad ke-20 .

Karya: Empat seri Kebebasan (194 tiga )
Karya Terkenal Lainnya:-
Masalah yg Kita Semua Hadapi (1964)
Rosie the Riveter (1943)

6 ALEXANDER CALDER
Alexander Calder, salah satu pematung paling berpengaruh di abad ke-20 dan mungkin pematung Amerika paling terkenal, paling dikenal karena penemuan ponsel. Ponsel menggunakan prinsip keseimbangan. Selain ponsel, Calder membuat istal, patung kawat, mainan, set teater, lukisan cat minyak dan guas, dan bahkan patung statis yang disebut perhiasan dan banyak barang rumah tangga. Calder juga menciptakan patung monumental pada tahun 1957 untuk Bandara JFK di New York City, termasuk .125. UNESCO spiral di Paris tahun berikutnya. Patung El Sollojo terbesarnya di luar Stadion Aztec pada Olimpiade Musim Panas 1968 di New Mexico. Dua bulan setelah kematiannya pada November 1976, Alexander Calder dianugerahi Presidential Medal of Freedom, penghargaan sipil tertinggi di Amerika Serikat.
Karya Agung: Calder’s Circus (1926-1931)
Karya Terkenal Lainnya:
Flamingo (1974)
Lobster Trap and Fishtail (1939)

7. Keith Haring
Keith Haring diperkenalkan pada seni sejak usia dini oleh ayahnya, yang menjadikan kartun sebagai hobi. Pada tahun 1978 Haring datang ke New York dan memperhatikan perkembangan seni grafiti bawah tanah di sana. Dia menciptakan ribuan gambar publik dan menjadi salah satu seniman grafiti paling terkenal. Dia juga ditangkap beberapa kali karena vandalisme. Karena minat publik terhadap seninya meningkat, Herring mengadakan pameran tunggal pertamanya pada tahun 1981. Sepanjang tahun 1980an ia menghasilkan puluhan mural dan karya umum di seluruh dunia , termasuk di Eropa, Amerika Selatan dan Australia. Lambat laun bahkan perusahaan seni rupa pun harus mengakui bakatnya. Keith Haring membawa elemen dari apa yang disebut sebagai “seni rendah” ke yang sebelumnya eksklusifruang museum dan galeri “seni tinggi” . Karya seninya dikenal sederhana namun mengandung tema yang lebih dalam tentang kelahiran, kematian, cinta, seksualitas, perang, dan harmoni sosial.
Karya: Crack is Wack (1986)
Karya Abstrak Terkenal Lainnya:
Tuttomondo (1989)
Afrika Selatan Bebas (1985)

8. GEORGIA O`KEEFFE
Modernisme Amerika adalah gerakan seni dan budaya yang memuncak antara dua Perang Dunia. Itu ditandai dengan keberangkatan yang disengaja dari tradisi dan penggunaan bentuk ekspresi yang inovatif . Georgia O’Keeffe menjadi tokoh terkemuka dalam Modernisme Amerika dengan menantang batasbatas gaya artistik dengan lukisannya, yang menggabungkan abstraksi dan representasi. Dia paling terkenal karena closeup bunganya yang besar dan sensual yang pada dasarnya menjadikan karya abstrak. Georgia O’Keeffe sangat signifikan dalam mempengaruhi keseimbangan gender dalam kancah seni. Dikenal sebagai ” Ibu Modernisme Amerika “, dia bukan hanya wanita paling terkenalSeniman Amerika tetapi juga salah satu tokoh seni abad ke20 yang paling berpengaruh . Dia dianugerahi Presidential Medal of Freedom pada tahun 1977 .
Karya: Iris Hitam III (19 26 )
Karya Terkenal Lainnya:
Tengkorak Sapi: Merah, Putih, dan Biru (1931)
Gedung Radiator — Malam, New York (1927)

Artis Jepang Paling Terkenal Yang Harus Anda Ketahui

Artis Jepang Paling Terkenal Yang Harus Anda Ketahui – Dalam hal artis terkenal di dunia, sangat sedikit negara yang bisa menandingi Jepang! Dari Ombak Besar Hokusai, hingga polkadot Yayoi Kusama, seniman Jepang telah menghasilkan karya ikonik yang dapat dilihat di seluruh dunia. Jadi artis mana yang telah diakui di atas yang lain? Kami melihat 20 artis paling terkenal dari Jepang.

Artis Jepang Paling Terkenal Yang Harus Anda Ketahui

Artis Jepang Paling Terkenal Yang Harus Anda Ketahui

 

mybabyjo – Yokoyama Taikan adalah salah satu pencipta asli dari praktik melukis tradisional yang sekarang kita kenal sebagai nihonga . Pada masa sebelum Perang Dunia II, Taikan menyimpang dari praktik menggambar garis yang populer saat itu dan berkelana ke teknik baru yang mengaburkan dan melembutkan gambar. Guru Taikan, Okura Tenshin, adalah seorang nasionalis terkenal, dan kemungkinan besar mempengaruhi perasaan politik Taikan.

Saat mewakili Jepang di luar negeri di Italia sebagai seniman, Taikan terus melukis gambar Gunung Fuji, cerminan patriotisme saat itu. Selama Perang Dunia II, Taikan menyumbangkan sebagian besar pendapatan artistiknya kepada militer Jepang. Mengikuti keinginan Tenshin, Taikan mendedikasikan hidupnya untuk menciptakan teknik inovatif untuk latihan nihonga.

Yayoi Kusama

Mungkin seniman Jepang kontemporer paling terkenal , yang dikenal dengan bintik-bintiknya, Yayoi Kusama, adalah orang multidisiplin yang memiliki praktik luas dalam instalasi, patung, film, mode, dan lukisan di antara media lainnya. Pada usia 92 tahun, sang seniman melanjutkan bentuk seninya yang bergaya membuat titik berulang dalam upaya untuk hidup berdampingan dengan penyakit mental seumur hidup.

“Sama seperti penyembunyian mengungkapkan segalanya, atau seperti lubang kecil di buah persik mengungkapkan keberadaan cacing, demikian pula dengan metode serupa saya ingin mengungkap misteri itu. Saya ingin hidup tersembunyi di dunia yang terletak di tengah-tengah antara misteri dan simbol” katanya pada tahun 1955. Jika Anda ingin mengetahui di mana menikmati pekerjaannya di tengah hutan, lihat 14 Tempat Terbaik di Dunia untuk Dikunjungi Seni Yayoi Kusama.

Baca Juga : Artis Modern dan Seniman Kontemporer Terpopuler

Hokusai

Katsushika Hokusai, lebih dikenal sebagai Hokusai, adalah seniman yang dikenal tanpa mengenalnya. Artisnya adalah seorang ukiyo-e dan pembuat grafis selama periode Edo, yang menggambarkan gambar Gunung Fuji yang sekarang sangat terkenal (obsesinya), dan The Great Wave untuk menyebutkan beberapa saja. Seniman Impresionis Barat seperti Monet, Van Gogh dan Renoir sangat dipengaruhi oleh karya-karya Hokusai, terutama komposisi dan penggunaan warnanya. Semasa hidupnya, seniman ini menghasilkan sekitar 34.000 karya seni. Jelajahi cetakan Hokusai yang lebih ikonik di Tiga Puluh Enam Pemandangan Gunung Fuji .

Chiharu Shiota

Chiharu Shiota adalah artis yang Anda lihat di Instagram, membuat ruangan pamerannya kusut menjadi jaring merah dan hitam . Seniman membuat adegan abstraksi, kemudian menghiasinya dengan benda-benda sehari-hari seperti perahu, sepatu, dan kunci untuk disambungkan dan digantung dengan benang. Shiota lahir di Osaka, tetapi telah tinggal di Berlin sejak 1997, kota yang katanya telah memberinya banyak inspirasi untuk instalasinya. Karya-karya temporalnya telah dipamerkan di seluruh dunia, mengangkut estetika dalam emosi, tubuh, dan memori dari kamar ke ruang langit-langit yang tinggi.

Kawase Hasui

Seniman lanskap Jepang, Kawase Hasui, aktif di era Taisho dan Showa pada awal abad ke-20. Hasui dikenal dengan cetakan ukiyo-e balok kayunya dan berpartisipasi dalam gerakan shin hanga (cetakan baru). Karya seninya mencerminkan kecintaannya pada angin sepoi-sepoi . Pemandangan empat musim yang berbeda di Jepang juga dapat ditemukan dalam karyanya. Hasui, dalam kegembiraannya akan angin sepoi-sepoi, membangkitkan cahaya puitis dalam karya-karyanya, yang sering dianggap menenangkan dan menenangkan; istirahat bagi mereka yang terjebak dalam kehidupan kota sehari-hari yang sibuk.

Chiho Aoshima

Chiho Aoshima adalah ahli Adobe Illustrator, berbagi selera dan eksplorasi uniknya melalui gambar dan cetakan digital, serta menyelami pahatan, dan karya seni lukis tangan. Tidak ada batasan untuk roh yokai untuk Aoshima, dan dia terus menggali jauh ke dalam dunia mereka dengan menyediakan lanskap alternatif bagi mereka untuk berkembang dan menjelajah. Bermain dengan kontras seperti alam vs teknologi , dan utopia vs distopia, seniman mengungkapkan pandangannya tentang masyarakat modern dan masa depannya. Latihannya adalah tempat yang penuh dengan pergeseran dan perubahan.

Hasegawa Tohaku

Hasegawa Tohaku adalah salah satu seniman paling produktif pada periode pra-Edo, dengan banyak karyanya sekarang dihormati sebagai Harta Karun Nasional . Tohaku melukis berbagai macam karya, mulai dari layar lipat hingga lukisan yang menghiasi dinding rumah. Dua gaya berbeda dapat ditemukan dalam praktiknya, yaitu kuas yang berani dan ekspresif, dan gaya yang lebih sederhana. Hasegawa meninggalkan warisan tema-tema penting bagi seniman yang akan terinspirasi oleh pendekatannya, tidak terkecuali penggunaan ruang monokrom dan negatif; tidak adanya sesuatu di samping satu pohon pinus. Nikmati lebih banyak karyanya di Hasegawa Tohaku: Raksasa Seni Jepang Abadi .

Hiroshi Senju

Pelukis nihonga modern, Hiroshi Senju, secara eksklusif menggambarkan air terjun dalam karyanya. “Ketika saya sedang melukis sebuah karya, seni itu milik saya” katanya dalam sebuah wawancara untuk pameran Permulaannya pada tahun 2020. “.tetapi begitu saya merasa mereka selesai, mereka meninggalkan tangan saya. ” Karya Senju biasanya dalam skala besar, menarik bagi indra visual kita dan terutama menyegarkan ingatan indera lain seperti suara, penciuman, dan pengalaman mengunjungi air terjun. Senju mengungkapkan bahwa adalah peran seniman untuk mengisi kekosongan indera manusia, terutama ketika teknologi gagal mereplikasinya, seni masuk. Cari tahu lebih lanjut di Hiroshi Senju: Seni Interior Air Terjun .

Takashi Murakami

Ada yang mengatakan seniman kontemporer terkenal Takashi Murakami mengaburkan garis antara alis tinggi dan alis rendah. Karyanya dapat ditemukan dalam produk komersial, fashion, dan menghiasi panggung seni rupa, bereksperimen dengan dan bahkan mungkin kadang-kadang mengeksploitasi identitasnya sebagai pencipta. Setiap “dunia seni”, apakah itu korporasi atau kritis, populer dengan caranya sendiri. Gerakan seni Murakami, Superflat , terdiri dari estetika budaya pop Jepang. Diperkirakan bahwa istilah, superflat , mengacu tidak hanya pada dimensi sebuah karya, tetapi juga pada tingkat kedangkalannya dan bagaimana ia berperilaku dan kualitasnya untuk dipahami.

Utamaro Kitagawa

Dikenal karena karyanya di ukiyo-e dan bijinga okubi-e (lukisan wanita cantik dengan kepala besar), Utamaro Kitagawa dikreditkan dengan beberapa karya seni paling terkenal dan terkenal di Jepang. Meskipun kehidupan dan sejarah pribadinya agak diselimuti misteri, yang tertinggal adalah 2.000 lukisan yang substansial , masing-masing menampilkan pendekatan uniknya terhadap subjek lukisan dengan fitur yang dilebih-lebihkan. Tidak ada catatan tentang dia, baik itu surat, buku harian, atau dokumentasi hukum, tetapi ada banyak teori dan spekulasi yang memberinya gelar seperti “penguasaan feminitas,” dan “ahli wanita.” Untuk mempelajari lebih lanjut, Temukan Kecantikan Jepang Melalui Karya Utamaro .

Mariko Mori

Seniman multidisiplin, Mariko Mori, mengeksplorasi hibriditas dan lintas bagian dari masa depan, teknologi, hidup dan mati. Menggunakan media seperti fotografi, video, instalasi interaktif, dan patung, seniman menjerumuskan penonton ke ranah wacana alternatif. Prakteknya, meskipun futuristik dan mewujudkan elemen teknologi, sering mengacu pada kesatuan alam , dan alam sekitarnya, khususnya luas dan skala itu.

Nahoko Kojima

Nahoko Kojima memulai seni kirie (seni memotong kertas) ketika dia baru berusia lima tahun. “Ketika saya masih kecil, saya akan berbaring telentang di rumput dan menggambar bagian bawah bunga. Saya pikir ketika kita menemukan keindahan yang tersembunyi, kita meninggalkan tubuh kita dan melihat [pada] diri kita sendiri, objek dan lingkungan, semuanya sebagai satu pencerahan yang indah.

” Seniman yang dikenal secara internasional membuat semua karyanya dengan tangan, dan telah menunjukkan patung kertas raksasanya di galeri di seluruh dunia. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah paus yang panjangnya 32 meter . Perhatian seniman yang cermat terhadap detail halus tercermin dalam setiap karyanya, terlepas dari ukurannya yang monumental. Lihatlah Seniman Pemotong Kertas Kirie Jepang Terhebat yang Harus Anda Ketahui .

Mika Ninagawa

Fotografer Jepang yang terkenal, dan sekarang pembuat film, Mika Ninagawa dikenal karena kecintaannya pada warna-warna yang sangat cerah. Seniman ini mencakup beberapa subjek dan genre ke dalam karyanya. Foto ikan mas jenuh dan bunga dari dekat hanyalah bagian dari repertoarnya. Ninagawa juga mempelajari mode dan potret , mencelupkan jari kakinya ke ujung komersial dan advertorial kolam renang. Salah satu proyek terbarunya adalah serial Netflix berjudul “Pengikut,” di mana penonton mengikuti kehidupan kaleidoskopik wanita di berbagai tahap karir mereka di Tokyo. Filter yang sangat jenuh diaktifkan.

Utagawa Kuniyoshi

Dikenal sebagai salah satu master utama ukiyo-e di akhir periode Edo, Utagawa Kiniyoshi, berhasil menjaga hal-hal yang gelap dan menarik tidak seperti banyak rekan pelukisnya pada waktu itu. Eksekusi berdarah, iblis dan hantu yang tersisa, dan penggambaran kekerasan berwarna cerah yang mengerikan membentuk tubuh karya imajinatifnya. Beberapa orang mengatakan konten Kuniyoshi yang jenuh, penuh warna, dan fantastik kemungkinan telah menginspirasi karya-karya di manga dan animasi yang kita lihat sekarang. Jika Anda menyukai hal semacam ini, cari tahu Mengapa Utagawa Kuniyoshi adalah Guru Ukiyo-e Paling Mendebarkan !

Nobuyoshi Araki

Boleh dibilang salah satu fotografer paling terkenal di Jepang tidak lain adalah Nobuyoshi Araki, atau Araki saja , bagi mereka yang mengikuti karyanya. Pada usia 81, artis telah menghasilkan lebih dari 500 photobook dalam hidupnya. Salah satu seri fotonya yang paling awal, berjudul Sacchin,mendokumentasikan anak-anak di lingkungan Shitamachi pada tahun 1964, tepat sebelum Olimpiade Tokyo. Lanskap dan lingkungan terlihat terbelakang meskipun bangsa ini terburu-buru untuk berubah dan memodernisasi di tengah peristiwa internasional bersejarah.

Araki kemudian menjadi terkenal karena foto erotis wanita. Pada tahun 2018, diberdayakan oleh gerakan metoo, seorang model Jepang yang dikenal sebagai Kaori, muncul dalam posting blog tentang intimidasi emosional Araki selama pemotretan mereka. “Dia memperlakukan saya seperti sebuah objek,” tulisnya. Banyak yang memperdebatkan apakah karya Araki adalah intisari dari kejeniusan atau pornografi.

Osamu Tezuka

Artis manga, animator, dan kartunis memperoleh pengakuan internasional untuk seri Astro Boy, tetapi menciptakan sekitar 700 komik manga lainnya, menggambar lebih dari 150.000 halaman dalam hidupnya. Tezuka dijuluki sebagai Bapak Manga , Dewa Manga, dan Walt Disney Jepang, untuk kreasinya yang imajinatif dan produktif. Tezuka memiliki etos kerja yang rajin dan bersemangat. Biografinya, The Osamu Tezuka Story, mengungkapkan bahwa dia merasa bertentangan dengan praktik ini yang sering membuatnya terjaga selama beberapa jam. Setelah Perang Dunia II, Jepang terjun ke dalam perubahan sosial dan ekonomi, dan industri manga mulai berkembang. Tezuka adalah bagian dari gelombang ini, tetapi tidak ragu-ragu untuk melakukan hal-hal dengan caranya sendiri, sambil mengenakan kacamata khas dan baret hitamnya.

Hiroshi Sugimoto

Fotografer dan arsitek Jepang, Hiroshi Sugimoto, mengeksplorasi memori dan waktu dengan praktik spasial. Seniman kontemporer berusaha menangkap apa yang tidak terlihat dengan bereksperimen dengan eksposur panjang dan cahaya. Dalam pencariannya ia bermain dengan konsep apa itu realitas dan apa itu konstruksi. “Seorang fotografer tidak pernah membuat subjek yang sebenarnya; mereka hanya mencuri citra dari dunia,” katanya. Karyanya saat ini sedang ditampilkan di galeri di seluruh AS, dan di Jepang.

Yoshitomo Nara

Sosok anak-anak dengan mata terbelalak (dan terkadang tertutup) yang ditemukan dalam lukisan Yoshitomo Nara sangat emosional, kompleks, dan bahkan dicintai. Seni Nara merayakan batin, yang tidak diketahui, dan kebebasan individu. Meski seorang pelukis terkenal, karyanya mencakup beberapa media lain seperti patung, instalasi, dan fotografi. Namun di setiap bagian, penonton dapat menangkap rasa pemberontakan, suasana hati, atau ingatan yang sama yang bersifat auto-biografis dan universal. Seniman ini telah mengadakan sekitar 40 pameran di seluruh dunia dalam karirnya sejauh ini, tetapi menyebut prefektur kecil Tochigi sebagai rumahnya.

Yoko Ono

Artis dan aktivis multimedia, Yoko Ono, di usia 88 tahun tidak mungkin ketinggalan . Seniman konseptual adalah segalanya kontra budaya, dari awal dengan Grapefruit hingga karyanya yang lebih baru dengan menavigasi media sosial dan berkomunikasi langsung dengan audiens. Karya seniman seumur hidup yang melibatkan peran gender dan sistem kekuasaan membangkitkan banyak emosi bagi khalayak internasional yang terkadang (bahkan masih) reduktif dalam pemahaman mereka tentang dirinya dan karyanya. Potongan Potongan 1964, di mana dia meminta penonton untuk memotong pakaiannya saat dia duduk dengan tenang di tempatnya, berfungsi sebagai bukti pemahamannya yang mendalam tentang seninya, tempat dan tujuan interaktif, dan reaksi terhadapnya.

Hayao Miyazaki

Salah satu pendiri Studio Ghibli yang terkenal di dunia adalah animator, sutradara, produser, dan penulis skenario terkenal, Hayao Miyazaki. Hanya beberapa dari banyak judul film Ghibli yang terkenal termasuk, My Neighbor Totoro, Princess Mononoke, dan Spirited Away. Gaya artistik Miyazaki, meskipun sering diperdebatkan di antara para ahli teori dan penggemar, mencakup tema-tema alam, sistem kekuasaan, keragaman, dan apa artinya menjadi manusia . Meskipun dalam banyak hal misterius dan penuh teka-teki, Miyazaki telah berbagi beberapa pemikiran selama bertahun-tahun tentang karyanya, proses kreatif, dan banyak dunia yang telah ia ciptakan dalam film-filmnya. “Penciptaan satu dunia berasal dari sejumlah besar pecahan dan kekacauan” katanya.

Pelukis Paling Terkenal Abad 20

Pelukis Paling Terkenal Abad 20 – Berbicara tentang seni abad ke-20 dan semua pelukis terkenalnya berarti berbicara tentang periode avant-garde yang menarik, kompleks, dan inovatif dalam sejarah seni yang telah melepaskan diri dari tradisi dan mengubah cara kita memahami seni selamanya.

Pelukis Paling Terkenal Abad 20

Pelukis Paling Terkenal Abad 20

mybabyjo – Berakar begitu dalam pada realitas sosial-politik langsung pada masanya serta perkembangan seni dan teknologi yang sangat berpengaruh dari akhir abad ke-19 , seni dibuat antara tahun 1900 dan 2000 adalah salah satu yang melampaui pendekatan visualnya yang murni, yang menyembunyikan teori intelektual di balik fasad misteriusnya, yang menegaskan kembali dan menyangkal dirinya dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ini adalah abad yang mencari jawaban atas pertanyaan: Apa itu seni? melalui tantangan, rasa ingin tahu, inovasi, keberanian, dorongan untuk berubah, pengakuan dan ekspresi.

Dari eksplorasi bersemangat Ekspresionisme dan Fauvisme, sudut pandang intelektual baru Kubisme dan Konstruktivisme, sikap politik Realisme Sosial dan pemberontakan Dadaisme , hingga lukisan aksi hingar bingar , kembalinya Realisme yang diciptakan kembali, lukisan Bidang Warna yang sensasional atau Op Art yang mencengangkan , kesederhanaan yang kuat dari Minimalisme dan kritik perayaan atas seni Pop, untuk mengatakan bahwa abad di belakang kita sangat menarik secara artistik adalah pernyataan yang meremehkan.

Baca Juga : Keunikan Pribadi Yang Aneh Dari Seniman Sejarah

Setiap gerakan memiliki pelukis terkenalnya, yang masih berdiri kokoh dan tak terkalahkan sebagai pencipta utama ide-ide baru dan yang menginspirasi generasi demi generasi individu berbakat yang merangkul warisan mereka dan melanjutkan kontribusi mereka pada evolusi seni kontemporer saat ini . Kejeniusan mereka masih merupakan kekuatan yang harus diperhitungkan dan merupakan tulang punggung lukisan abad ke-21.

Siapa pelukis paling terkenal di abad ke-20?

Salah satu volume paling komprehensif tentang pelukis dan seniman terkenal abad ke-20, karya agung yang mudah dibaca dan ensiklopedis ini mencakup spektrum penuh disiplin ilmu yang tersedia, termasuk fotografi dan media baru, dan bab tematis untuk menyoroti hubungan antara karya dan gerakan.

Apakah Anda menginginkan Surealisme atau Seni Tanah, Fluxus atau Bauhaus, ini adalah panduan Anda untuk seni abad ke-20. Usaha yang sangat ambisius seperti ini layak dimiliki oleh semua orang. Banyak judul lain dari Pengarang Ingo F. Walther untuk TASCHEN termasuk Vincent van Gogh, Pablo Picasso, Art of the 20th Century, dan Codeces illustres.

Kazimir Malevich

Tidak hanya memberontak terhadap Realisme Sosial yang mendominasi, ia juga melawan tradisi dalam seni lukis pada umumnya. Kazimir Malevich adalah pencipta Suprematisme dan lukisan legendaris seperti White on White dan Black Square di White Groundyang pada pertengahan tahun 1910-an mengguncang dunia seni hingga ke intinya.

Bagi Kazimir Malevich, lukisan harus bebas dari konten sosial atau politik, estetika murni, hanya berfokus pada bentuk, garis, bentuk, dan warnanya sendiri, yang berupaya membangkitkan perasaan bawah sadar tertinggi pada pemirsanya. Pada tahun 1912, ia memproklamirkan dirinya sebagai seniman “Cubo-Futurist”, di bawah pengaruh dua gerakan pada puncaknya saat itu. Namun, akhirnya, ia kembali ke lukisan representasional, meskipun Suprematismenya masih meninggalkan bekas yang dalam pada masa depan seni rupa baik di Uni Soviet maupun di luarnya.

Pablo Picasso

Bisakah kita membayangkan sejarah lukisan abad ke-20 tanpa Les Demoiselles d’Avignon atau Guernica ? Apakah pasar seni saat ini masuk akal? Hampir tidak, karena Pablo Picasso bisa dibilang tokoh modernisme terbesar dan salah satu pencipta salah satu gerakan paling berpengaruh Kubisme.

Dia adalah orang yang membuat kita melihat seluruh keberadaan kita dengan cara yang sama sekali berbeda, saat dia memperkenalkan banyak sudut pandang dan berbagai interpretasi dari satu subjek. Seni Pablo Picasso, yang dipengaruhi oleh seni Impresionis Prancis pada awal abad ini, membentang beberapa periode, seperti Biru dan Mawar, dan memiliki dampak besar pada perkembangan lebih lanjut tidak hanya lukisan, tetapi juga patung, keramik dan seni grafis.

Piet Mondrian – Pelukis Abstrak

Penemu Neo-Plastisisme dan salah satu pelopor seni abstrak murni, Piet Mondrian menciptakan beberapa karya seni yang paling aneh, terbuat dari pola desain yang kaku dan blok warna. Lukisannya yang paling terkenal, tahun 1920-an dan 30-an, hanya melibatkan tiga warna primer, merah, biru dan kuning, dipisahkan oleh garis-garis hitam tebal dalam kisi-kisi sempurna yang berusaha mengungkapkan rasa keteraturan dan harmoni universal.

Dalam periode genting antara dua perang dunia, Piet Mondrian ikut mendirikan gerakan De Stijl yang berpengaruh bersama dengan pelukis Belanda Theo van Doesburg, yang anggotanya juga berjuang untuk abstraksi yang lebih murni dan non-representasional berdasarkan teori warna dan garis lurus. Mungkin kesaksian terbaik untuk ini adalah karya ikoniknya Komposisi dengan Merah, Kuning dan Birudari tahun 1929 atau Broadway Boogie Woogie dari tahun 1942.

5 Pelukis Ikon Yunani Yang Harus Anda Ketahui

5 Pelukis Ikon Yunani Yang Harus Anda KetahuiYunani terkenal sebagai tempat lahirnya semua seni, termasuk seni lukis. Dari zaman kuno, ada karya seni yang menakjubkan sebagian besar mural dan tembikar, yang menunjukkan pentingnya seni bagi orang Yunani kuno.

5 Pelukis Ikon Yunani Yang Harus Anda Ketahui

5-pelukis-yunani-ikon-yang-harus-anda-ketahui

 Baca Juga : Seniman Terkenal Amerika dan Karyannya

mybabyjo – Arti penting seni telah diteruskan ke generasi baru juga. Selama bertahun-tahun, pelukis berbakat telah lewat dan membantu membentuk seni kontemporer. Ada banyak seniman hebat, tetapi di sini kami akan menghadirkan 5 pelukis Yunani ikonik yang harus Anda ketahui.

Nikiforos Lytras (1832-1904)

Nikiforos Lytras adalah salah satu tokoh paling penting dari dunia seni Yunani. Lahir di pulau Tinos, Nikiforos Lytras tertarik dengan seni sejak usia muda. Ia belajar melukis di Athens School of Fine Arts dan pada tahun 1860 ia mendapat beasiswa dari Raja Otto untuk melanjutkan studinya di Royal Academy of Arts di Munich. Setelah studinya, ia kembali ke Athena dan mengajar melukis di Sekolah Seni Rupa.

Karya Lytras terinspirasi oleh gerakan realisme dan Sekolah Munich, dan dia sangat memperhatikan representasi yang tepat dari kehidupan sehari-hari. Tema utama lukisannya adalah tradisi Yunani . Selain itu, Perang Kemerdekaan Yunani adalah salah satu tema favoritnya untuk dijelajahi.

Salah satu lukisannya yang paling terkenal adalah “Kalanta”, yang mewakili anak-anak dengan alat musik yang pergi dari rumah ke rumah selama Malam Natal dan menyanyikan lagu-lagu tradisional. Yang terkenal lainnya adalah ‘Man playing his Bouzouki’, seorang nenek dengan cucunya, dan seorang gadis yang memakan telur Paskah. Semuanya mewakili kehidupan sehari-hari masyarakat Yunani selama abad ke-19 dan itulah alasan mengapa Nikiforos Lytras adalah salah satu pelukis Yunani paling ikonik sepanjang masa.

Nikolaos Gyzis (1842-1901)

Nikolaos Gyzis adalah salah satu pelukis Yunani terpenting abad ke-19. Ia lahir di pulau Tinos dan dibesarkan di Athena bersama orang tua dan 6 saudara laki-laki dan perempuannya. Pada usia muda, ia menunjukkan cinta dan minatnya pada seni dan memutuskan untuk belajar di Sekolah Seni Rupa Athena. Ia melanjutkan studinya di Royal School of Fine Arts di Munich, di mana teman baiknya Nikiforos Lytras membantunya membangun dan menyesuaikan diri dengan gaya hidup Jerman. Dia menyelesaikan studinya dengan nilai kehormatan dan memutuskan untuk kembali ke Athena untuk mengubah rumah keluarganya menjadi studio. Setelah waktu yang singkat, ia kecewa dengan kondisi Yunani bagi para seniman dan memutuskan untuk meninggalkan Athena pada Mei 1874 dan kembali ke Munich. Dia tinggal di sana sampai akhir hayatnya pada tahun 1901.

Karya-karya Gyzis mengikuti aliran Realisme akademik dan gerakan budaya konservatif School of Munich. Sebagian besar karya seninya mewakili kehidupan sehari-hari Yunani abad ke-19. Di usia dewasanya, ia banyak mendedikasikan lukisannya untuk agama. Sebagai seorang yang religius, banyak karyanya yang bertema religi seperti lukisannya “Idou o Nymfios erhetai” (“Sungguh Mempelai Pria Datang di Tengah Malam”), yang merupakan salah satu karya terpenting yang diciptakan olehnya. Juga, Gyzis menghormati wanita di banyak lukisannya, yang tidak biasa bagi pria pada waktu itu.

Terlepas dari tema-tema yang disebutkan di atas, Gyzis mendapat inspirasi dari Perang Kemerdekaan Yunani. Dia menciptakan adegan dari perjuangan orang-orang Yunani untuk kebebasan melawan Ottoman di banyak lukisannya. Salah satu karya Gyzis yang paling terkenal adalah lukisan “Meta tin katastrophi ton Psaron”, yang melambangkan perjuangan masyarakat pulau Psara melawan musuh.

Nikos Eggonopoulos (1907-1985)

Nikos Eggonopoulos lahir di Athena pada tahun 1907 dan merupakan salah satu perwakilan terpenting dari gerakan Surealisme di Yunani. Dia menghabiskan masa mudanya di Paris sampai usia 20-an. Dia kembali ke Yunani untuk menyelesaikan dinas militer dan belajar di Sekolah Seni Rupa di Athena. Setelah menyelesaikan studinya, ia mengadakan pameran pertamanya dan menerbitkan puisi pertamanya, tetapi ia menerima banyak kritik dari komunitas seni. Pada tahun 1941, ia bertugas di pegunungan Albania melawan Jerman dan menjadi tawanan perang. Dia berhasil melarikan diri dan kembali ke Yunani dengan berjalan kaki. Setelah perang, ia memulai karirnya sebagai Profesor di Universitas Teknik Nasional Athena. Sementara itu, lukisan dan puisinya dianugerahi berkali-kali, dan ia diakui sebagai salah satu seniman terpenting Yunani kontemporer. Dia meninggal pada tahun 1985,

Karya Nikos Eggonopoulos diintegrasikan ke dalam gerakan surealisme. Karya-karyanya mewakili dunia imajiner, yang tidak terkait dengan kenyataan dan milik alam bawah sadar seniman. Inspirasinya terutama berasal dari mitologi Yunani. Selain itu, beberapa karyanya terinspirasi oleh seni Yunani dan Bizantium.

Périclès Pantazis (1849-1884)

Pantazis lahir di Athena tetapi akarnya berada di Yunani utara dan khususnya di Epirus . Ia belajar di School of Fine Arts di Athena, di mana salah satu profesornya adalah Nikiforos Lytras dan melanjutkan studinya di Royal Academy of Fine Arts n Munich. Tetapi cara hidup Jerman yang konservatif tidak cocok untuknya, sehingga ia memilih Marseille dan kemudian Paris sebagai basisnya, di mana ia bertemu dengan impresionis terkenal seperti Manet dan Degas. Pada tahun 1873, ia pindah ke Brussel di mana ia tinggal sampai akhir hayatnya. Di kota ini, ia mengembangkan seninya dan menjadi salah satu pendiri gerakan Impresionisme Belgia. Dia meninggal pada usia 35 karena TBC.

Pantazis adalah pelukis Yunani pertama yang bercabang dari aliran konservatif Munich dan berintegrasi ke dalam impresionisme. Karyanya terdiri dari lukisan pemandangan, terutama pemandangan Belgia, potret, dan alam mati. Karya seni Pantazis dicirikan oleh ekspresi alam yang liberal, terutama melalui warna dan cahaya yang cerah. Salah satu lukisannya yang paling terkenal adalah “Magkas pou troei karpouzi” (“Anak laki-laki makan semangka”) dan “Aprilis” (“April”).

Spyros Papaloukas (1892-1957)

Spyros Papaloukas lahir di desa Desfina dekat Delphi . Sejak usia dini, ia menunjukkan minat dan bakat di bidang seni. Ketika dia berusia 18 tahun, dia belajar di Sekolah Seni Rupa Athena, dan kemudian melanjutkan studinya di Grand Chaumière dan Académie Julian. Setelah menyelesaikan studinya, ia mengikuti banyak pameran dan bekerja untuk mengembangkan gaya pribadinya. Pada tahun 1923, ia mengunjungi Gunung Athos dengan tujuan mempelajari lanskap dan seni Bizantiumnya. Ini adalah periode yang menentukan bentuk seninya. Dia meninggal pada usia 65 di Athena. Negara Yunani mengganti nama alun-alun di depan studionya menjadi alun-alun Papaloukas, untuk menghormati kehidupan dan pekerjaannya.

Karya seni Papaloukas sebagian besar terinspirasi dari agama. Meskipun agama tidak mudah dikaitkan dengan gerakan impresionis, Papaloukas berhasil menggabungkan spiritualitas Bizantium dan impresionisme dengan cara baru.

10 Lukisan Terbaik di National Galleries of Scotland di Edinburgh

10 Lukisan Terbaik di National Galleries of Scotland di Edinburgh, Galeri Nasional Skotlandia terdiri dari Galeri Nasional Skotlandia, Galeri Seni Modern Nasional Skotlandia, dan Galeri Potret Nasional Skotlandia, semuanya di Edinburgh. Museum menelusuri sejarah mereka kembali ke tahun 1850, ketika konstruksi dimulai di Galeri Nasional. Lukisan-lukisan dalam daftar ini hanyalah sebagian kecil dari koleksi galeri, yang mencakup kelompok seniman yang jauh lebih beragam daripada yang ditampilkan di sini. (Dan jika Anda ingin mempelajari tentang lima lukisan galeri lagi, lihat satu daftar lagi .)

10 Lukisan Terbaik di National Galleries of Scotland di Edinburgh

Collioure (1905)

André Derain menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di kota kecil Prancis Chatou, dekat Paris. Dua puluh tahun kemudian dia berbagi studio di sana, di atas sebuah restoran bekas, dengan temannya dan sesama artis Maurice de Vlaminck . Kedua pelukis itu sangat berpengaruh satu sama lain, memanfaatkan palet cerah yang sama, diterapkan dalam sapuan warna kasar untuk mendapatkan efek cahaya dalam penggambaran lanskap Mediterania mereka. Kedua seniman itu terkait erat dengan Henri Matisse dan Pablo Picasso , yang merupakan generasi pertama Fauves dan Kubisme. Collioureselesai pada musim panas 1905, setelah Derain dibebaskan dari dinas militer.

Menurut mybabyjo.com Di pelabuhan Prancis selatan ini sang seniman, bekerja bersama Matisse, melapisi kanvasnya dengan cat putih sebelum menerapkan mosaik dekat dengan warna cemerlang untuk mencapai efek cahaya terang yang tidak menimbulkan bayangan. Derain, yang sudah berpengalaman dalam lukisan Neo-Impresionis, menerapkan teori warna seniman seperti Georges Seurat untuk menggabungkan efek komposisi buatan dalam warna intens dengan realitas yang diamati. Karya tersebut kemudian dibeli oleh dealer Ambroise Vollard dan dipamerkan di Salon d’Automne bersama dengan karya Matisse, Vlaminck, dan lainnya. Digantung sebagai sebuah kelompok, lukisan-lukisan ini segera dijuluki Kandang aux Fauves(Cage of Wild Beasts) karena penggunaan warna-warna cerah yang “liar”. Ini menandai lahirnya Fauvisme. (Jessica Gromley)

Lake Thun and the Stockhorn Mountains (1910)

Lake Thun and the Stockhorn Mountains adalah salah satu dari serangkaian lanskap gunung di dekat Danau Thun, yang dihasilkan di akhir karier Ferdinand Hodler. Dari pertengahan abad ke-19, Swiss mulai mengalami perkembangan industri dan invasi turis, tetapi tidak ada yang terlihat di lanskap Swiss Hodler. Sebagai Simbolis yang dipengaruhi oleh bacaannya tentang filsuf Arthur Schopenhauer, Hodler lebih tertarik pada suasana adegan daripada dunia penampilan yang dangkal. Untuk mencapai ini, dia mengubah bentuk pemandangan melalui subjektivitasnya sendiri. Dalam Simbolisme, objek diratakan, disederhanakan, dan diubah menjadi pola. Horizontalitas adalah kunci untuk lukisan khusus ini.

Terlepas dari kemiripannya yang jelas, jika tidak realistis, dengan rumput, air, gunung, langit, dan awan, ia dapat dibaca sebagai enam pita warna berirama. Horisontal menandakan kematian Hodler, tema umum dalam lukisannya dan simbolis lainnya, tetapi dalam pekerjaan ini kematian bukanlah akhir tetapi hanya satu bagian dari siklus hidup tanpa akhir yang diungkapkan melalui simetri bentuk di bumi dan awan. Gunung-gunung dikelilingi dalam lingkaran awan dan dengan sendirinya menggugahPenampakan gunung yang mistis dari Wassily Kandinsky kemudian. Pada tahun 1919 Hodler menyatakan bahwa dalam perenungannya tentang alam dia merasa bahwa dia sedang berdiri di ujung bumi dan berkomunikasi dengan alam semesta. Dia memotong ruang di mana penonton akan berdiri untuk menekankan luasnya dunia dan untuk menyarankan realitas di luar pengalaman fisik melihat.

Ratu Anne (c. 1685)

Lahir di Amsterdam, Willem Wissing berlatih di Den Haag dan Paris. Ia menjadi asisten Sir Peter Lely setibanya di London pada 1676. Setelah kematian Lely empat tahun kemudian, Wissing membantu menyelesaikan lukisan Lely yang belum selesai. Selanjutnya ia menjadi pelukis potret yang modis. Dia melukis banyak potret anggota istana Stuart, termasuk Putri, kemudian Ratu, Anne. Pada tahun 1684 ia dikirim ke Belanda oleh Raja James II untuk melukis Pangeran Oranye dan Putri Mary. Jan van der Vaardt lahir di Haarlem di Belanda dan pada tahun 1674 pindah ke London, di mana ia menghabiskan sisa hidupnya. Dia menjadi asisten Wissing, terutama melukis pemandangan alam, benda mati, dan gorden dalam lukisannya.

Setelah kematian Wissing pada tahun 1687, van der Vaardt mendirikan praktik potretnya sendiri, mendasarkan gayanya pada Wissing, meskipun karyanya kurang dipoles. Potret Ratu Anne, ketika Putri Denmark, 1665 – 1714dilukis sebelum Anne naik takhta pada 1702. Putri Anne berusia 20 tahun pada 1985, dan potret itu dilukis dua tahun setelah Anne menikah dengan Pangeran George dari Denmark. Mungkin ada beberapa versi lukisan ini, yang akan diberikan sebagai hadiah kepada teman dan keluarga. Anjing di kakinya mengacu pada kesetiaan dalam pernikahan, pilar melambangkan kekuatan spiritual, dan mawar melambangkan kemurnian. Selama pernikahannya, Anne mengalami banyak keguguran, dan dia melahirkan 12 anak, tidak ada yang selamat. Ratu Anne adalah yang terakhir dari dinasti Stuart untuk menduduki tahta Inggris.

Baca Juga : 7 Karya Seni Kontroversial Yang Mengejutkan Dunia

Sir James MacDonald dan Sir Alexander MacDonald (c. 1749)

Karya William Mosman sering digambarkan sebagai bagian dari Sekolah potret “Barok Skotlandia”, bersama dengan pelukis kontemporer Skotlandia William Aikman, yang dengannya Mosman belajar sebentar pada tahun 1720-an, dan Allan Ramsay , yang menjadi salah satu pelukis potret Inggris terkemuka pada zamannya. Ramsay dan Mosman menghasilkan jenis potret bergaya yang sama dengan gaya Eropa—pendekatan yang halus dengan memperhatikan kain dan pencahayaan. Namun, sementara karya Ramsay kosmopolitan dan canggih, potret ganda inimemiliki pesona yang lebih sederhana dan kualitas Mosman yang lebih membumi, kepada siapa lukisan itu dikaitkan (meskipun seniman sebenarnya tidak diketahui). Ini menunjukkan putra kepala suku Highland Sir Alexander MacDonald, yang memiliki perkebunan di Isle of Skye Skotlandia.

Anak laki-laki yang lebih tua, James, berpose dengan pistolnya, yang memberinya suasana yang lebih senior dan serius daripada adiknya Alexander, terlihat menikmati hobi bermain golf yang lebih polos (sudah menjadi hobi populer di Skotlandia di kalangan orang kaya) . Lanskap surut ke jarak yang kabur mengisyaratkan perkebunan keluarga penting ini dan, bersama dengan pencahayaan yang diselaraskan dengan cerdik, menggemakan lanskap puitis yang dilukis oleh Poussin dan Claude. Pakaian anak laki-laki menampilkan tiga tartan yang berbeda—tartan keluarga atau klan tidak akan menjadi umum selama 50 tahun atau lebih.

David Hume (1766)

David Hume (1766)

Lahir di Edinburgh, pelukis potret Allan Ramsay belajar di London di bawah bimbingan pelukis Swedia Hans Hysing dan di St. Martin’s Lane Academy. Dia menghabiskan tiga tahun di Italia, di mana dia bekerja di bawah Francesco Solimena dan Francesco Imperiali. Dia menarik perhatian dengan potret penuh adipati Argyll dan banyak potret dada pria dan wanita Skotlandia sebelum dia akhirnya menetap di London. Sikapnya yang menyenangkan dan keahliannya dalam menggambarkan keanggunan dan individualitas membuatnya mendapatkan banyak komisi, dan membantunya mencapai status sebagai pelukis istana Raja George III. Rekan Ramsay dari Skotlandia yang terwakili dalam potret ini adalah filsuf, ekonom, dan sejarawan David Hume, yang dianggap sebagai salah satu tokoh terpenting filsafat Barat.

Bagian dari Pencerahan Skotlandia, dan sangat dipengaruhi oleh empiris John Locke dan George Berkeley, bersama dengan Isaac Newton, filosofi Hume didasarkan pada skeptisisme, mengklaim bahwa semua pengetahuan manusia datang kepada kita melalui indera kita. Hume membahas masalah sebab-akibat dalam karyanya Treatise on Human Nature and Inquiry Concerning Human Understanding dengan menyatakan bahwa meskipun kita melihat satu peristiwa mengikuti yang lain, kami tidak melihat adanya hubungan yang diperlukan antara peristiwa. David Humemenggambarkan seorang pria bertubuh tinggi dan canggih yang menatap ke depan dengan keterusterangan yang luar biasa. Fitur wajah Hume dan detail gaunnya menunjukkan keahlian menggambar Ramsey yang luar biasa dan penggunaan cahaya yang konservatif.

John Campbell, Adipati Argyll ke-4 (1767)

Potret ini ditugaskan dan diproduksi saat Thomas Gainsborough masih berbasis di Bath, sebelum pindah ke London. Namun demikian, ia menarik berbagai klien yang semakin bergengsi. Untuk sebagian besar karirnya, Gainsborough mempertahankan persaingan sengit dengan Sir Joshua Reynolds . Kedua seniman memiliki pendekatan yang sangat berbeda. Reynolds, dengan latar belakang akademisnya, akan menangani pengasuh semacam ini dengan melukisnya dengan cara yang megah. Posenya akan menggemakan patung klasik atau lukisan karya seorang Guru Tua, sementara monumen di latar belakang akan menampilkan ukiran dengan beberapa kiasan mitologis atau alegoris.

Gainsborough membenci keangkuhan semacam ini. Pelatihannya sendiri termasuk tugas dengan Hubert Gravelot, seorang ilustrator dan pengukir populer, dan ini telah memengaruhi pendekatannya sendiri, yang lebih ringan, lebih langsung, dan tidak terlalu artifisial daripada potret mana pun oleh Reynolds. Di sini, pose John Campbell sepenuhnya alami dan monumen, meskipun cukup mengesankan untuk mengisyaratkan latar belakang militer, pada dasarnya tidak lebih dari sebuah penyangga. Gainsborough hanya mengandalkan seragam pria dan simbol kantornya untuk menyampaikan pangkatnya yang tinggi. Duke membawa staf upacara yang menandakan jabatannya sebagai Penguasa Keturunan Rumah Tangga Kerajaan. Dia juga anggota Ordo Thistle, dan dia dengan bangga memamerkan lencananya di dadanya. Dia adalah seorang prajurit terkemuka dan pernah menjabat sebagai Kolonel Dragoons Inggris Utara.

Robert Burns (1787)

Alexander Nasmyth telah dijuluki sebagai “bapak lukisan pemandangan Skotlandia”, tetapi tidak ada karya lain yang ia lukis seterkenal potret penyair paling terkenal di Skotlandia ini . Itu ditugaskan oleh penerbit Edinburgh William Creech untuk menghiasi edisi baru Robert Burnspuisi pada tahun 1787, tetapi Burns dan Nasmyth sudah berteman baik sebelum duduk. Potret setengah panjang yang dibingkai oval, gambar itu menunjukkan Burns percaya diri dan berpakaian bagus, sedikit geli di sekitar mata dan bibirnya.

Latar belakang lanskap, sugestif dari Ayrshire asli Burns, memberikan nada melankolis. Ini adalah potret Romantis, mengidentifikasi penyair dengan alam dan keinginan diri, tetapi ditempa oleh rasa rasionalisme Pencerahan. Gambar itu dibiarkan sebagian belum selesai karena Nasmyth berhenti melukis begitu dia puas dengan apa yang telah dia capai. (Hibah Registrasi)

Sir Walter Scott (1822)

Sebagian besar otodidak, pelukis Skotlandia Sir Henry Raeburn awalnya magang ke tukang emas; pernikahannya dengan seorang janda kaya pada tahun 1780 memungkinkan dia untuk mengejar karirnya sebagai seniman. Pada akhir 1780-an, ia dianggap sebagai pelukis potret terkemuka di negara itu, dan ia bertanggung jawab untuk melukis beberapa tokoh Skotlandia paling berpengaruh pada masa itu. Pada tahun 1819 Raeburn ditugaskan untuk melukis penulis dan pahlawan nasional Sir Walter Scott. Scott awalnya menunjukkan keengganan. Dia telah duduk untuk artis pada tahun 1808, dan, meskipun pujian kritis meluas untuk lukisan awal ini dan dampaknya pada jalannya potret Romantis, Scott dilaporkan tidak senang dengan penampilan yang sangat serius yang diberikan kepadanya.

Raeburn mulai mengerjakan potret baru Scott pada awal 1820-an. Bekerja dalam warna kontras gelap dan dengan sapuan kuasnya yang berani, Raeburn menggambarkan seorang pria di puncak karir dan pengaruhnya. Beberapa hari setelah selesainya lukisan ini, Raeburn sudah mati. Potretnya tentang Scott akan menjadi salah satu karyanya yang terakhir, dan juga salah satu karya terbesarnya. Dengan memilih untuk tetap tinggal di tanah kelahirannya, Raeburn mengorbankan sebagian dari kesempatan yang tersedia bagi banyak seniman potret London. Namun keputusannya memungkinkan dia untuk mengembangkan gaya yang lebih individual dan mempelopori Sekolah Skotlandia yang berkembang pada periode itu. Terpilih sebagai presiden Masyarakat Seniman Edinburgh pada tahun 1814, pengaruhnya yang signifikan selanjutnya diakui dalam gelar ksatria, yang diberikan oleh Raja George IV setahun sebelum kematian seniman tersebut.

Baca Juga : Makna Dibalik Beberapa Lukisan Terkenal

Sir James Matthew Barrie (1904)

Sir William Nicholson bekerja dalam desain potret dan teater pada awal abad ke-20. Pada tahun 1904 ia merancang set dan kostum untuk produksi tahap pertama dari JM Barrie ‘s Peter Pan di London. Saat itulah Barrie setuju, dengan sedikit keengganan, untuk duduk untuk potretnya. Ini adalah presentasi yang luar biasa suram dari seorang penulis yang saat itu berada di puncak kesuksesan. Barrie berdiri hampir di profil, tangan di saku. Ciri-cirinya pucat, meskipun ada ketajaman tentang mata. Sebagian besar kanvas diisi dengan kekosongan, sosok itu menyusut dan terisolasi oleh sekitarnya. Tidak ada satu detail atau percikan kecerahan yang mengurangi apa yang digambarkan oleh humoris Sir Max Beerbohm sebagai “gairah untuk nada rendah” Nicholson. Potret itu bisa dibaca sebagai ekspresi kesepian batin Barrie, atau mungkin cerminan komitmen Nicholson untuk menghindari kepentingan diri sendiri.

Three Oncologists (2002)

seniman Inggris Ken Currieadalah gambar yang tak terhapuskan yang mengartikulasikan ketakutan yang dirasakan orang ketika merenungkan kenyataan dan mitos kanker. Dalam lukisan ini, Currie—seorang seniman yang karyanya sering mengeksplorasi konsekuensi emosional penyakit dan gagasan penyakit sebagai metafora untuk keadaan sosial, politik, dan pribadi—mewakili tekanan hampir spiritual yang ditempatkan pada ahli onkologi sebagai pemberi penyembuhan diduga dalam menghadapi penyakit. Tiga pria yang digambarkan dalam lukisan ini adalah profesor di Departemen Bedah dan Onkologi Molekuler di Rumah Sakit dan Sekolah Kedokteran Ninewells di Dundee, Skotlandia.

Sir Alfred Cuschieri, Kepala Departemen dan Profesor Bedah, terletak di tengah dengan Sir David Lane, Profesor Onkologi Molekuler, di sebelah kanannya dan ahli bedah Profesor RJ Steele di sebelah kirinya. Melalui penggunaan catnya yang bercahaya—orang-orang yang dikelilingi oleh kegelapan yang tak menyenangkan dan berpose seolah-olah terganggu di tengah operasi—Currie menampilkan sosok-sosok itu sebagai sosok-sosok spektral yang melayang di atas pembagian antara hidup dan mati.